Puisi Cinta Sejati Ungkapan Hati Dan Perasaan

Setiap orang memiliki kenangan cinta dimana didalam kenangan tersebut membekas sebuah kesan yang begitu dalam. Ada perasaan senang,sedih, bahagia, semua campur aduk dalam kenangan cinta sejati. Puisi cinta sejati kali ini mengambil tema ungkapan hati dan perasaan cinta seseorang akan sosok yang pernah hadir dalam kehidupan kita selama ini.

Puisi Cinta Sejati Ungkapan Hati Dan Perasaan 

puisi cinta sejati


Kepada seorang kawan

(1) Kisah pertemuan

hari itu kita bertemu,
di turunan Artomoro
dekat bundaran samping pom bensin
kau mentraktirku semangkuk soto, dan kerupuk pangsit
dan aku membuatkanmu selembar sketsa

lalu kita mulai memutar
potongan-potongan kenangan,
seperti membuka bungkus chiki gembung
yang tiga perempatnya berisi udara
seketika saja kenangan masa remaja kita berhamburan...
kemudian terbang dan tergerus kumal debu jalanan

janji kita bertemu,
yang terucap saat pertama kita terpisah dulu
bertemu sekali setiap windu, saat kapal berlabuh
janji yang menguar, sudah pasti kita ingkar
seperti embun pagi yang bertemu cahaya matahari
menguap begitu saja

bukankah dengan begitu, kita akan saling merindu
ucapmu lantang, menyanyikan sebuah lagu
--

(2) Kisah persahabatan 

cerita hidupmu yang kelam
cerita hidupku yang suram
kita bertemu di kubangan
lumpur hitam kehidupan
lantas kita menyatakan
sebagai sepasang kawan

dulu kita melewatkan waktu
kadang ke kali sepulang ngaji
menangkap ikan gupy
menggosipkan si epan, anak kelas tiga yang cupu
tapi ternyata pacarnya ada enam
atau berkasak-kusuk di sudut kamar
mencoba hisap tembakau aneh dari lintingan putih
dan kita tertawa hingga terbatuk
atau sebetulnya terbatuk itulah yang kita tertawakan

lantas seperti anak burung yang mulai tumbuh sayapnya
kita berpisah,
masing-masing terbang ke lain benua
mencoba-coba peruntungan angin

sore itu aku menjemputmu di bandara
butuh sejam menunggu, sebelum kita bertemu
hampir tak bisa kukenali,
wajahmu nyaris sama
tapi kau bukan lagi orang yang sama
kulit tanganmu telah menjadi sangat kasar
sebab membenahi hidup, yang kemarin tersasar

Selamat datang, kawan,
ataukah harus kubilang
'Syukurlah kita masih bisa bertemu'
--

(3) Tebal dompetmu

dompetmu tebal kawan
apa isinya?
tagihan-tagihan pemakaman
atau lembaran yang bernyawa?

aku ingat,
ketika kita masih berseragam
dan kau menjadi bahan tertawaan

baju putihmu berwarna biru
biru warna belau
sebab orangtuamu tak mampu
membeli yang baru
sedang warna biru celanamu
sudah berubah menjadi abu-abu
dengan benang jahit berwarna tak serasi
yang mencuat di sana-sini
bahkan lap meja di kantin
terlihat lebih baru dari celana birumu

dan haruskah kuceritakan tentang sepatumu?
yang lebih banyak kau buka saat jam pelajaran olahraga
saat itu aku mengira agar kau bisa berlari cepat
kemudian kutau tapal sepatumu sering tertinggal
manakala kau berjalan sedikit cepat

saat sekolah menengah
potongan-potongan kertas kau gunting
kau susun rapi mengganjal celana
orang lain yang melihatnya
mengira kau punya dana
kemudian potongan kertas itu berhamburan
tatkala iwan tak sengaja menarik celanamu
kurasa wajah merahmu
sudah cukup bercerita tentang rasa malu

lepas sekolah kau mulai rajin mengaji
dan berdiplomasi
dan berkoalisi atau entah oposisi
menterjemah ayat-ayat secara serampang,
dan mengkapling surga untuk diri sendiri

bahwa menjadi kaya,
adalah dendam yang harus kau khatamkan

tebal dompetmu kawan,
apa isinya?
tagihan pemakaman
atau lembaran yang bernyawa?
dan apakah dia berkuasa
membeli jiwa-jiwa kita
--

Penghianat kecil kampungan

ada suatu masa
dimana si penghianat kecil tega,
melihat wajah kuyu sobatnya
yang kehilangan kekasih

'sang kasih yang terbang bersama si penghianat kecil'

ada suatu masa
dimana sobat si penghianat kecil tega,
menjalin kisah asmara
bersama kasih lain, si penghianat kecil...

kemudian para pengkhianat tertawa
merasa senang dan menang telah berkhianat

lucu ya,
kita telah menjadi sepasang penghianat
hanya karna seorang kekasih
--

puisi cinta sejati

Cinta yang kikir

cinta acapkali kikir
meski ia bukan fakir
cinta enggan berbagi
cinta enggan membagi

dan orang-orang bersikap serakah
memetik cinta sebanyak mereka bisa
tapi tak ada,
yang membagi cinta secara percuma
--

Muasal cinta

cinta tidak ada di udara
tidak beterbangan di angkasa
tak mengalir di sungai
tidak juga ada di samudra

orang-orang menanam pohon
orang-orang menabur ikan
orang-orang memintal benang
orang-orang menambal perahu
orang-orang memberi makan ternak
orang-orang yang memelihara kehidupan

adalah orang-orang
yang menemukan muasal cinta
--

Pulang

ketika berdiri di dermaga
bakauheni menuju merak
akhir desember lalu
aku tercekat

air selat bergelombang sedikit pekat
kemerahan,
angin laut menampar ulu hati
aku urung melangkahkan kaki

dulu pernah kuarungi selat ini
saat mencoba berlari
agar kau tak lagi mengikuti

pesan yang kau kirimkan
tak lagi dapat kuabaikan
kau bilang banyak hati yang mati
ketika aku pergi
maka kini aku harus kembali
bukan lagi sebab dirimu
aku kembali untuk menziarahi
pusara-pusara orang yang kukasihi
--

Arah

kupikir semua arah sudah tercatat
pada kompas
timur, barat, utara, selatan
dengan anak-anak disela-selanya
timur laut yang berbeda dengan barat laut
juga tenggara yang bukan sepupu barat daya

sementara saat kuperiksa kompasku
jarumnya berputar tak tentu
seperti berada di medan magnet
mengerikan?
tentu tidak,
kompas dihatiku memang selalu begitu
manakala kau bergerak mendekatiku
---

Cepat Pulang

aku tak dapat memilih mana yang lebih kuperlukan
entah kopi, buku atau dirimu
karena semua saling berhubungan

adanya kopi karena kau seduh
adanya buku karena aku menulismu
sementara dirimu adalah semua pusaran rindu

maka, sayang..
cepatlah pulang


Mama

perempuan paruh baya
yang kupanggil mama
bukanlah ibuku yang sebenarnya

ibu sudah menyelesaikan tugas
membawaku ke dunia
lalu ia pulang ke surga
dan tugasnya digantikan oleh mama

dan kini mama menyusul ibu
tinggallah aku termangu
yang kuharap ia tak menceritakan kenakalanku
pada ibu
--

Aku dimana

aku dimana?
tak kutemukan jejakku disana
tak ada pigura
yang berisi foto kita

juga almari baju berkaca
yang menyimpan kenangan lama
tak jua ada aku disana

aku mencari di beranda
mungkin sandal kita
bisa menjadi penanda
namun semua tak ada

karna asa kita, tak lagi sama
--

Cinta batu

mencintaimu yang seperti batu
entah membuatku menjadi tegar
atau justru membuat hatiku memar

meski dalam diam
kunikmati candu
pada lekuk hatimu yang kaku
tapi kedinginan itu membuatku membeku

kau sebenarnya tahu
atau mungkin dengan cara itu
kau hendak mengusirku
--

Puisi Cinta Terindah


1. Bunga untuk sang kekasih

Kini aku berikan sekuntum bunga cantik untukmu
Terimalah bunga ini, duhai kekasih hatiku
Keindahan bunga ini masih kalah dari cantiknya rupamu
Namun aku harap, kau tetap menerima persembahanku

Bunga ini tidak akan menjadi simbol apapun
Kau tetaplah indah
Cintaku padamu tak pernah butuh takaran
Kau, tetaplah yang terindah

Kelopak yang harum ini, masih lebih harum aromamu
Namun ketika kau tak disampingku
Wanginya mengingatkanku tentang suraimu
Warna merah dan putih bunga ini, teramat cantik
Akan tetapi kaulah ratu di dunia ini yang tercantik

Bunga ini memiliki sifat sepertimu
Yang tak pernah rapuh
Yang tak pernah mudah menyerah
Tetap mekar walau kekeringan sedang melanda
Tetap hidup walau orang menganggpmu belukar semata

Inginku hanya satu
Kau terima bunga dariku
Jika suatu hari nanti, aku tak bisa bersamamu
Lihatlah bunga ini dan ciumlah dia,
anggap dia itu aku

Karena cintaku padamu, takkan pernah layu
Walau ribuan tahun telah membeku
Cinta, aku sayang kamu


2. Cinta, Terima Kasih

Ku persembahkan rasa terima kasih
Untuk kau yang disebut cinta
Untuk kamu yang selalu membuatku merindu

Ku persembahkan rasa terima kasih
Untuk seluruh bahagia yang kau izinkan untuk ku cicipi
Demi rembulan yang bersinar
ketika purnama sedang menerangi
Aku, berterima kasih

Cinta, terima kasih
Semua kasih sayang yang sudah kau beri
Aku sangat beruntung,
mengenalmu dan dicintai olehmu
Ku harap,
semua ini tak akan pernah berlalu

Cinta, terima kasih
Kau sudah memberiku beribu kebahagiaan
Kau jadikan hatiku seperti pelangi di musim salju
Banyak bahagia yang kau beri untukku

Cinta, sekali lagi terima kasih
Setiap jengkal senyumanmu
Kau memberiku warna
seperti kertas putih yang tak ternoda
Kau, alasan pertama untuk aku bertahan
Kau, alasan untukku tertawa
meski hidup sedang dipermainkan

Aku bahagia bisa menggenggam jemarimu
Aku senang bisa tersenyum bersamamu
Aku selalu ada untukmu,
dan kau selalu ada untukku
Kau seperti sang bintang
Tak akan mencampakkan sang malam

Semoga kau seperti mentari
Tak akan pernah meninggalkan siang
Tak peduli seperti apa cobaan yang datang menghadang
Kita tak akan hilang
Biarlah cinta selalu dalam genggaman
Semoga Tuhan menakdirkan

3. Kau yang Aku Damba

Malam ini aku menangis kembali
Entah kemana kekuatan yang selama ini aku miliki
Hingga tanpa sadar aku menangis lagi
Aku tak sanggup seperti ini

Aku harus kuat untuk bersabar dan mencoba bertahan
Walau aku tahu kenyataan tak sesuai harapan
Aku tak peduli, inginku untuk kuat
Aku tak boleh jatuh dan menangis lagi

Aku tak peduli
Tak pernah peduli
Biar seribu ombak datang menerjang
Biar seribu tembok datang menghadang
Tak peduli seribu badai menerpa
Aku akan berdiri tanpa gentar

Mencintaimu adalah keharusanku
Tak peduli bahkan jika dunia sedang beramai – ramai melarangku
Cintaku padamu adalah cinta sejati
Bahkan jika cintaku ternoda sepi
Aku ingin mencintaimu dengan putih
Seputih melati mekar yang menghias subuh
Seputih salju yang membeku bersama waktu
Dan seputih edelweiss yang mekar di kaki gunung membiru

Kau harus tahu
Cintaku hanya satu
Rinduku tak pernah semu
Temuku akan berujung cinta sejati
Semua itu, aku serahkan hanya padamu
Cinta sejatiku


Itulah tadi guys puisi seru tentang cinta sejati ungkapan hati dan perasaan. Lewat puisi kita ekspresikan suasana hati akan cinta yang sejati. Jika kalian suka jangan lupa share ya guys, dan jika kalian ingin berlangganan bisa langsung subscribe email kalian untuk update terbaru selanjutnya.

*lihat juga puisi cinta seru lainnya guys seperti: Puisi Cinta Sejati Menggugah Hati dan Puisi Cinta Dalam Diam 

Share this

Puisi Seru Lainnya

Previous
Next Post »