Puisi Patah Hati Melupakan Sang Kekasih Hati

Cinta banyak tawarkan dimensi kehidupan, ada kesenangan ada kesedihan juga semuanya berjalan beriringan mengikuti sang waktu. Kali ini tema puisi cinta yang kami tulis adalah puisi tentang patah hati melupakan sang kekasih hati.

puisi sedih

Ada momen dimana dalam berhubungan kita tidak dapat meneruskan itu semua, ada banyak hal yang sulit disatukan. Hati telah menyatu tapi keadaan semakin tak menentu, tuliskan setiap kata dan curahkan dalam bait puisi cinta patah hati dibawah ini:

Puisi Patah Hati Melupakan Sang Kekasih Hati


1. Orang  yang kau cari

aku tak membencimu, sayang
sang waktulah yang memaksa kita berhenti
untuk kembali menilai diri

mungkin aku memang bukanlah
orang yang kau cari
dan kau bukan seorang yang gemar menanti
kita memang sama-sama pergi

waktu akan membasuh
jejak luka yang kutinggalkan
dan mungkin waktu jua yang kan mengobati lukaku

satu hal yang kutahu
waktu tak kan pernah salah dalam memilah
orang terbaik yang layak memilih kita

dan aku tak kan pernah membencimu, sayang...
kita telah sama berjuang
--

2. Sajak luka

aku menemukan luka
yang tergores di mata
bahumu yang jatuh luruh
cukup jelas menggambarkan semua
yang ada di depan kita
bukan lagi sekedar celah
sudah menjadi jurang menganga
meski kau bangun jembatan, akan runtuh di tengah,
sementara kita,
hanya mengira-ngira
kita bisa menghadapi semua
berdua...

maafkan aku,
aku menyerah...
---

3. Malam yang kutakuti

malam yang kutakuti
bukanlah malam karena aku sendiri
atau karena setan-setan jalang
telah menggoda di balik ranjang

malam yang kutakuti
adalah malam yang pernah kulewati
ketika aku tak henti menanti
denting roda besi
yang mengabarkan kau kembali

kenangan malam itulah yang kutakuti
kukira kau kembali
namun hanya kurir yang menghampiri
dan membawa pesan

kau telah pergi
dan tak akan pernah kembali
--

4. Tentang cinta yang pergi

sesuatu yang terlalu kita cintai
biasanya akan lebih cepat pergi
sebab itu aku tak pernah mencintai lagi
terlalu sering aku ditinggal pergi

ketika kau datang,
aku acuhkan
namun kau tak lelah mengajarkan
bahwa mencintai
memang harus siap untuk ditinggalkan
atau bahkan meninggalkan
sebab kita tak abadi
raga memang bisa mati
tapi kita bisa menghidupkan setiap kenangan
di hati
dan itu akan abadi
--

5. Batu sepanjang jalan

aku menuliskanmu
pada batu-batu di sepanjang jalan

aku sedang bertualang
menembus belantara kehidupan
dan yang memenuhi ranselku
adalah kenangan tentangmu
berat seperti batu
namun membuangmu begitu saja
akan meninggalkan rasa hampa
aku dan kenangan tentangmu
adalah satu paket menyatu

maka aku menuliskanmu
pada batu-batu di sepanjang jalan
kelak ketika selesai bertualang
batu-batu itu akan menuntunku
kembali kepadamu
ah, maksudku...
kembali kepada kenangan tentangmu

sebab aku dan kenangan itu sudah menyatu seperti batu
--

6. Kenapa hanya aku yang tertinggal

aku pernah,
mengajukan pertanyaan pada Tuhan
kenapa memanggilmu pulang
tanpa lebih dulu meninggalkan pesan

rasanya seperti berada di tengah jalan
dengan ramai orang-orang yang beradu bahu
dan tangan kita yang saling menggenggam
terlepas tiba-tiba
aku gamang, tersesat dan sendirian

dan aku menyalahkan Tuhan
kenapa harus kau yang dipanggil pulang
kenapa bukan sekalian saja kita bersama
kenapa harus kau yang tiada

sebuah tangan menarik bajuku
mama, panggilnya dengan mata berkaca
dan kesadaran membawaku pulang

Tuhan menjawab semua pertanyaan
melalui bibir mungil gadis kecilku
---

7. Apa yang terjadi padaku

Andini..
aku masih ada disitu
di tempat kau dan teman-teman meninggalkanku
di salah satu ceruk batu
air terjun di lembah gunung
tempat kita mengelar tenda minggu lalu

Andini, aku takut...
kenapa langkahku begitu cepat
sekejap ada di rumah
sekejap di kamarku
sekejap kembali ke batu itu

aku melihat kalian
tapi kalian tak memandangku
aku memanggil kalian
tapi kalian tak mendengarkanku

Andini, kau kekasihku..
beritahu aku
apakah aku sudah menjadi hantu
--

8. Menunggumu matang

aku ingat kita pernah bertengkar
dari pintu masuk hutan
hingga ke pelataran base camp
gunung Tanggamus bulan maret itu

kau cemburu
memang kau selalu begitu
padahal sudah kubilang
dia sahabatku bertualang

aku tak suka pada caramu
yang terlalu mengekang
kau tak bisa membedakan
hubungan pacaran atau teman

kau memang pacarku
tapi bukan penguasa jiwaku
seperti akupun tak ingin
menguasai seluruh harimu

kita harus berkembang, sayang
karna hidup menuntut kita matang
kelak, mungkin aku tak lagi disisimu
atau kau tak lagi menjadi milikku

dan menjadi matang, kadang harus dengan cara kehilangan
jangan takut sayang,
jika kau beri sedikit kelonggaran
kita masih bisa bernafas
dan kita akan berdampingan
bertualang hingga sama-sama matang
--


9. Sayang aku bosan

sayang,
aku bosan pada diammu
setiap kutanya apa kesalahanku
bukankah sudah sering kubilang
aku bukang seorang cenayang

aku salah kau diam
kau salah, kau pasti menghilang
seminggu kemudian kita sudah kembali haha hihi
kembali ceria, seperti tak ada masalah

ya, tidak kali ini
sudah lewat seminggu, atau itu bulan lalu
kapan terakhir kita bertemu?
sumpah aku tak tahu

sekali lagi kubilang aku bukan cenayang
jangan mengharapkanku untuk tahu
dengan melihat saja dari jauh
jika tidak kau bilang
lebih baik kita sama-sama menghilang
--

10. Dua tertuduh

'Huh,
bukankah kita memang selalu menuduh
padahal kita tak pernah benar-benar tahu
isi pesan di ponsel itu

aku menemukan pesan yang diawali kata 'sayang'
dan kau menemukan inbok yang bernada seronok

mungkin ini alasannya
kita sama-sama menaruh password
dengan kombinasi sepuluh angka
dan tak pernah membiarkan ponsel berdering
kala kita berbaring

ah,
haruskah kita sama-sama membuka
siapa yang diam-diam menemani
bukankah kau dan aku juga menikmati peran
sebagai sesama penggoda
--


11. Kepada Ima

kepada Ima,
perempuan muda berambut panjang
yang kemarin menemani lelakiku bertualang

aku tidak menyalahkanmu,

bom waktu memang sudah menunggu
di bawah gelap ranjang kami
sebab sudah tak ada yang berminat
untuk membersihkan rumah

piring-piring kotor menumpuk
jemuran bertumpuk
handuk-handuk basah
lemari makan kosong
bahkan kucing kami minta makan pada tetangga

dia tak pernah punya waktu,
aku pun lebih senang membaca buku
dan kami lebih senang terpisah
mengurus masalah yang seharusnya sama

kepada Ima,
perempuan muda berambut panjang
yang kemarin menemani lelakiku bertualang

aku tak lagi menyalahkanmu,

wajah lugumu memang candu
suaramu terngiang-ngiang merdu
sebab dirumah hanya berisi suaraku
hingga lelakiku tak betah
dan memilih mereda di bawah atap tenda
setiap sabtu minggu,
suntuk alasannya
padahal rindu untuk melihat sosokmu

kepada Ima,
perempuan muda berambut panjang
yang kemarin menemani lelakiku bertualang

aku tak ingin menyalahkanmu,

hanya ingin meninggalkan pesan
agar menggulung rambut dan memanjangkan lengan baju
dan jangan kau biarkan srigala hutan
melahap indah lekuk tubuhmu
dengan mudah,
jangan lengah, sayang...
---

Puisi Sedih Kecewa Karena Cinta


1. Cinta, Aku Ingin Marah

Aku tak tahu mengapa kau berdusta
Aku tak tahu mengapa kau mendamba dia
Padahal disini, aku ada
Disini aku sangat mencinta
Entah, apa sebabnya
Kau hanya bersandiwara ketika kita sedang bersama

Tak inginkah kau bersamaku?
Tak maukah kau menjadi bagian hidupku?
Tuhan, beri aku waktu
Untuk bersabar dan menunggu
Sekali lagi,
Aku menunggumu disini
Tak bisakah kau berubah?
Tak maukah kau untuk aku damba?
Cinta, tolong!
Kau kembalilah!

2. Salahku Menginginkan Dirimu

Semalam, kita masih berbagi cerita
Gelak tawa hadir diantara kita
Tanpa lara dan tanpa adanya luka
Tanpa sadar, aku ingin bertanya
Aku ini siapa?

Semua itu luluh lantah
Semua keindahan semalam, hilang musnah
Jejakmu tersapu kabut yang menghitam
Semuanya terjadi tiba – tiba ketika malam mengelam
Hilangkan semua harap yang selama ini aku bangun

Kini, tak ada kata yang mampu ku ucap
Selain tangis antara seribu rasa
Mematahkan hati atas cinta yang telah bertahta
Menyendiri dengan air mata penuh kecewa
Menghilangkan semua rasa yang bernama amarah

Kau benar, ini memang salahku
Mencintai tanpa tahu siapa aku
Mengharap seseorang yang tak mau denganku
Kini aku tersadar
Kau memilih dia
Pun jika aku menanti hingga seribu waktu, kau tetap begitu

3. Sisa Tangis Semalam

Jika saja dengan pergi jauh mampu membuat perasaan tertata untukmu hilang,
Aku akan pergi
Menjauhi

Aku ingin bertualang
Walau tak tahu arah untuk pulang
Agar kau lega
Agar kau bisa bersamanya
Dengan gurat – gurat penuh bahagia
Meski disini, aku sedang terluka

Namun kau tahu
Dan kau perlu tahu
Sejauh apapun langkah ini,
Sejauh apapun aku memilih untuk pergi
Senyummu akan tetap memburu, selalu mengikuti
Lalu, apa yang aku harus lakukan kini?

Sungguh, aku sangat sadar
Aku bukan seorang pecinta sejati
Aku tak bisa memaksa untuk kau cintai
Kau memang berhak untuk memilih
Walau aku harus menjadi yang tersakiti

4. Tutur luka

Lagi – lagi kau menerpa lara
Sekali lagi, kau buatku kecewa
Satu duri untuk satu kata
Hadiah untukku yang penuh cinta
Aku ingin membual dengan segala madu
Hingga hati memaki diriku

Aku hanyalah seorang wanita
Penuh cinta
Namun kini, terkulai tak berdaya
Merayakan hari jadi kita
Tanpa bisa melangkah
Padamu, yang memutuskan memilih dia

Di hari ini
Aku merayakn hari jadi kita
Diatas dipan yang penuh darah
Membayangkanmu tertawa
Diatas lukaku yang mengangah

Tak akan aku bertanya
Malam ini kau dengan siapa
Aku tahu jawabannya
Dia yang kau cinta
Kau memilih dia
Semoga saja kau selalu bahagia

5. Kasih Tak Sampai

Betapa tinggi dinding itu
Dinding yang menyimpan perihal rindu
Sulit aku takhlukkan pertahanan hatimu
Untuk menggapai mahligai cintamu
Sulit untukku raih bahagia bersamamu

Kini, aku hanya bertahan dalam dilema
Tak berharap lebih dari yang ada
Bagiku, kau bagai bintang di surga
Terlalu indah untukku meraihnya

Tuhanku, ikhlaskan hati
Buka hatiku untuk bisa segera memahami
Ikhlaskan hatiku dalam mencintai
Tegarkan hatiku melepasmu pergi

Kita seperti bulan dan matahari
Tak bisa bersatu walau satu hati
Cintamu, hanya untuk ku gapai dalam mimpi
Kini, aku hanya bisa meratapi

Jika kau bersama yang lain
Selamat jalan
Semoga bahagia menjadi teman
Dan aku, akan kembali berjalan

Puisi Patah Hati Ditinggal Kekasih

Bertepuk Sebelah Tangan

Kutersentak 
Saat tiba-tiba rasa perih merengkuh dada
Engkaulah satu-satunya tumpuan jiwa
Nyatanya mengacuhkanku sedemikian rupa

Entah apa yang salah dengan semua
Apakah karena sikapku yang terlalu mendamba
Apalah salah yang telah kutindakkan
Hngga sikapmu berubah teramat sangat

Aku hanya manusia biasa
Dengan cinta butaku
Yang begitu mengagumimu
Mengapa semakin kumendekat
Kau kurasa makin menjauh

Apakah kau muak
Dengan cara tak biasaku mencintaimu
Setdaknya berilah penjelasan
Agar diri tak meradang dalam duka
Tak ambruk dalam ketidakpastian

Apakah salah bila terlalu merindu
Hingga kau Jejalkan keacuhan
Memang begitukah caramu menyiksaku 
Dengan bersikap tak peduli
Menganggapku tak ada

Kini nyatanya Ku sadari
Cintaku tlah bertepuk sebelah tangan
Nyatanya satu kesalahan diri
Diri tidak mengetahui
Bila Kau tak pernah menaruh hati

----------------------------------

Cemburu

Si Jelita itu
Selalu menarik perhatianku
Matanya,senyumnya, gaya bicaranya
Semuanya

Kucoba menyapa ramah
Namun hanya senyum datar
Dan lambaian seadanya
Kubersikeras
Membawakan sebuah oleh-oleh khas
Kampung halaman tempatku berasal

Namun tetap saja
Tak ada senyum hangat
Dan mata berbinar di sana

Tiba tiba sosok pria muncul
Tak ingin aku mengakuinya 
Kalau dia cool
Setidaknya begitulah kata mereka
Kata gadis-gadis kebanyakan di kampus

Kulihat binar si cantik pujaanku berbeda
Kala menyambut hadirnya
Tak seperti saat denganku 
Yang terkesan datar
Matanya memancarkan sinar
Dan senyum manisnya tersungging indah
Untuk sosok satu ini

Ingin kuhantam pria itu
Sejadi-jadinya
Entah di dada, perut
Atau kepala bila perlu
Beraninya dia sita segala perhatian
Yang seharusnya hanya untukku
Ya untukku

----------------------

Jomblo

Sendiriku membuat kutersadar
Banyak yang hilang
Dan lalu lalang di hadapan
Namun rasanya hampa
Tak ingin merasakan sakit yang sama

Tak kupingkiri begitu cantik yang menghampiri
Namun bayangnya hanya datang dan pergi
Karena perih ini terlalu dalam
Untuk bisa memandang lagi

Kuanggap semua sama
Hanya akan membawa luka dan nestapa
Bukan trauma
Hanya berjaga-jaga
Jangan sampai hati ini kembali berduka

Mungkin kau tak akan mengerti
Mengapa ada makhluk seapatis ini
Namun untuk saat ini
Kuingin seperti ini
Tenang dalam sendiri

-------------------------

Sirnah Cinta

Dawai gitar para musisi jalanan
Memecahkan lamunanku
Menikmati segelas es segar
Dengan beberapa untai mie ayam kesukaanku

Lagu yang terngiang itu
Mengingatkanku
Sosok bersahaja dan manis
Yang pernah mengisi dinding kalbu

Sayang seribu sayang
Dia tak sanggup lama di sisi
Karena papa ini tak terperi
Belum becus untuk mengurus istri

Jangankan kehidupan yang mapan
Untuk diri sendiripun masih terasa beratnya
Segala cara telah kutempuh
Untuk bisa menggapai cerahnya masa depan
Agar dapat kupinang dia kemudian

Apalah daya, dunia ini begitu kerasnya
Bak ungkapan klasik
Siapa yang kuat dialah yang dapat
Yah, begitulah

Kandaslah cinta
Karena ketidakmampuanku
Mengalahkan kerasnya hidup
Mengalahkan roda-roda dunia
Yang makin menggerus nasib buruk ini

------------------------

Sesalku Berujung  Kepedihan

Kularut dalam duka tak bertepi
Mengingat kembali perjumpaan diri
Dengan seseorang yang pernah mengisi hati

Segalanya begitu berbeda
Kau lebih mempesona
Dari waktu dulu kita jumpa
Saat diri ini meninggalkanmu
Karena alasan yang entahlah

Hingga kini kuberjumpa kembali
Dengan sosok yang lekat di hati ini
Namun hasrat hati seketika terhenti 
Tuk menghampiri
Kala ternyata 
Kau tak lagi sendiri

Telah ada satu hati mengisi relung kalbumu
Dengan begitu dalam
Hingga menghempaskan segala tentangku
Aku lunglai, kalah, pasrah

Harapan yang begitu besar
Mengharap kembalimu
Perlahan sirna dan menyisakan pilu
Pilu yang  berujung  sesal 
Yang terasa sangat mengganjal 
Dan menyisakan perih tak berkesudahan

Namun apalah arti sesal
Bila kau telah jauh dari genggaman
Diri hanya bisa terdiam
Lunglai tak bertulang
Dalam lara yang teramat dalam 

-------------------------------


Sang Hidung Belang

Sapuan mentari pagi
Menyapa wajahku yang kian merona
Karena diterpa panasnya
Semilir anginpun ikut menggoda
Menghempas rambutku dengan tak beraturan

Kulangkahkan kakiku ke tempat biasa
Tempatku mengais rejeki di sana
Tak sadar kumemandang
Suatu pemandangan yang tak biasa
Sosok pria yang sungguh kukenal
Dengan senyum khas
Dan baju rapi dengan dasi

Kusiapkan diri
Dan kukibaskan rambut agar rapi
Tuk memberi kesan terindah
Kala nanti pandangan kita terpaut

Tak dinyana seorang wanita menghapirinya
Dengan gaya busana mengagumkan
Dan style mode kekinian
Di sebelahnya ada tangan mungil menggelayut
Si kecil yang rupawan

Mereka bertiga saling menebar kecup
Sampai ketemu lagi papa
Itulah kata yang terucap dari sana

Mulut mungil dengan sapaan tak biasa
Membuat hatiku bertanya
Dan meragukan sosok pria itu
Yang selama ini kukagumi tanpa henti

Yang tak pernah kumengerti
Mengapa dia berujar masih sendiri
Saat perjumpaan kita terakhir kali

Tak bisa kumengerti
Sakit otakkah pria ini
Wanita tadi begitu jelita
Mengapa satu saja belum ada puasnya

Kuberlalu dengan segala tanda tanya
Bergelayut di dada
Uh ! dasar pria

----------------------------------

Puisi diatas ditulis oleh penulis dengan inspirasi pengalaman pribadi dan tentu saja bagian dari ekspresi dirinya. Semoga kumpulan puisi patah hati diatas bisa menjadi referensi bagi sobat lovers dalam mencari cinta yang sejati...

Share this

Puisi Seru Lainnya

Previous
Next Post »