Puisi Cinta Dalam Penantian Hati

Momen penantian cinta merupakan momen yang mendebarkan, ada perasaan senang bercampur was-was dalam momen penantian. Puisi cinta kali ini mengambil sudut tentang momen penantian teruntuk sang kekasih hati, dan ada dua kategori yang akan ditulis disini antara lain:

  • Puisi Cinta Dalam Penantian
  • Puisi Cinta Dalam Diam
Bagi yang sedang berada dalam momen penantian kumpulan puisi cinta penantian dibawah ini semoga bisa mewakili rasa penantian kalian akan cinta sejati. Langsung aja lihat puisi cintanya dibawah ya...

puisi cinta penantian


Puisi Cinta Dalam Penantian


1. Menanti Kau yang Aku Rindukan

Kini, aku berjalan menapak sepi
Aku merindu seorang diri
Kerinduan ini membuatku menyadari
Mengubah diri untuk menjadi mandiri

Awalnya, aku ingin berhenti
Akan tetapi suara hati merayuku hingga berkali – kali
Memang, aku tak bisa pungkiri
Kegelisahan yang terlanjur menggores hati

Kini aku selalu berhati – hati
Melabuhkan cinta dan kasih sayang ini
Untuk dia yang berhak dicintai
Kepada dia yang menjadi imamku nanti

Akan aku nasehati diri ini
Agar menjauh dari rasa halusinasi
Mencari sebuah cara yang dapat mendidik diri ini
Menjaga hati untuk sang kekasih hati

Aku, tak ingin menangisi
Sosok yang kini pergi dari hati
Aku tak mau menganiaya diri
Untuk sosok yang tak mampu menghargai

Doaku tetap pada sang ilahi
Agar dapat menguatkan diri ini
Untuk dapat menghilangkan segala kesedihan dan luka di hati
Untuk melenyapkan segala rasa yang terlanjur memberikan racun diri


2. Isi Hati di Tengah Penantian Panjang

Detik waktu terus saja berlalu
Membiar agar aku selalu menantimu
Walau dalam suatu rasa ketidakpastianmu
Kini, aku masih setia menunggu
Menunggu perihal kepulanganmu
Menunggu kepekaan hatimu atasku

Aku saja tak tahu
Entah apa yang membuatku betah menunggu
Padahal aku tak pernah tahu
Siapa yang menjadi pemilik hatimu
Entah pada siapa tempat pelabuhan hatimu

Pun hari terus menerus berganti
Membiarku menunggu seorang diri
Dalam sunyi ini,
Aku berteman sepi
Dalam diam ini,
Aku berteman kenangan tentang sosok diri

Aku tak tahu,
Entah berapa lama lagi
Untukku yang harus menunggu
Menunggumu untuk kembali disini
Dengan membawa cinta yang damai

3. Cinta, Aku Menanti

Di tengah sebuah penantian
Waktu yang tak pernah terbalaskan
Kata yang tak kunjung tersampaikan
Hening yang tak bisa terhapuskan

Hanya suatu penantian
Mengubah menjadi sosok kebencian
Merindu dalam kehampaan
Menghapus perihal semua kemenangan

Karena suatu penantian
Aku mencoba dalam suatu pengorbanan
Menahan pedih dalam sebuah bingkai kesabaran
Merindu dalam sebuah penantian
Karena itulah, ini suatu penantian

4. Mendekap Mentari

Ketika mentari tak lagi mampu menampakkan sinarnya
Ketika sang surya tergantikan oleh sinar purnama
Disini, aku masih setia
Setia menunggumu
Setia menanti kedatangan dirimu
Walau aku tak tahu
Kapan kau akan kembali dalam dekapku

Sungguh, kini aku terkapar
Aku sudah lama berikhtiar
Diri ini tak lagi mampu menahan
Menahan suatu gejolak kerinduan tentangmu
Coba, bawalah sejuta cintamu untukku

Kasihku
Berikan padaku cinta putihmu
Berikan aku tulus kasihmu
Aku menginginkan kau yang dulu
Yang tulus mencintaiku

Sebenarnya, kepergianmu menghancurkan hatiku
Kau meninggalkan dengan goresan luka di dadaku
Kasih, kembalilah kemari
Aku masih menunggumu disini
Saat ini, esok dan selamanya menanti


5. Gambaran Dirimu

Di tengah dinginnya malam, sering aku teringat akan dirimu
Teringat ketika senyummu masih untukku
Senyum yang hadir di alam mimpiku
Yang sampai saat ini masih terbayang jelas di pelupuk mataku

Kau yang dulu ku cinta
Aku yang dulu kau cinta
Kau harus tahu juga
Sampai kapanpun kau akan selalu kucinta
Kini tinggalkan sisa rasa pahit
Yang selalu terbayang jelas di ingatan
Yang terpatri tanpa ada jeratan

Memang, aku tak pernah mampu menyadari
Semua keegoisan pada diri
Mungkin itu yang membuatmu lelah dan muak
Hingga kau tinggalkan aku sendiri
Sepi disini

Tak banyak kata lain untukmu lagi
Selain kata, aku masih merindu
Aku masih sayang padamu
Hanya itu, yang melekat di alam pikirku

puisi cinta penantian

Puisi Cinta Dalam Diam


1. Penantian panjangku

Detik waktu terus saja berlalu
Membiar untuk selalu menantimu
Walau memang aku sadar perihal ketidakpastianmu
Aku masih setia menunggu
Menunggu kamu pulang
Menunggu kamu peka terhadap perasaanku

Aku pun tak tahu
Entah apa yang membuatku betah menunggu
Menunggu kamu
Yang tak pasti memilih siapa
Yang tak tahu sampai kapan tak bersua

Aku memang tak akan tahu
Tak akan pernah tahu
Siapa pemilik hatimu
Kepada siapa, hatimu akan berlabuh
Tapi entah, aku selalu ingin disini
Menantimu

Hari – hari terus datang berganti
Membiarkanku menunggu seorang diri
Berteman sepi dalam kesunyian
Dalam diam aku berteman kenangan

Aku tak tahu
Sampai berapa lama lagi
Aku harus bersabar, untuk menunggumu
Menunggumu menghampiri hati

Ketika aku ingin pergi
Selalu saja pesonamu membuatku kembali
Ketika aku ingin jauh
Selalu saja aku merapuh

Penantian panjangku telah lama
Bersamamu yang tak akan pernah menjadi sosok setia
Aku tahu hatiku sudah lelah

Aku ingin menyerah
Akankah?


2. Di penghujung senja yang mendung
Aku masih memanggang rindu
Di penghujung senja ini
Bersama angin sore itu
Aku masih bersama si rindu disini

Aku ingin berkata
Pada burung yang sedang terbang
Agar dia membawa kabar untuknya
Yang ku harap bisa menjadi tempatku pulang

Jika memang dia
Aku sangat bahagia
Jika bukan dia
Aku ingin dia berbahagia
Walau aku disini sendiri
Walau dia memilih yang lain untuk si jantung hati

Rasa ini memang rasa penuh penantian
Penantian yang sungguh sangat melelahkan
Ketika waktu terus menghabiskan sepiku
Ketika rind uterus saja bergemuruh
Kapankah semua ini berakhir?
Ataukah tak akan pernah berakhir?

Aku lelah
Aku ingin menyerah
Bisakah?

Kini, aku ada di batas penantian
Setelah panjang, aku penuh perjuangan
Ingin ku dekap bayangmu terakhir kali
Sebelum kesetiaan ini, kubawa pergi

3. Menanti sebuah jawaban
Kesetiaan dan penantianku
Tak akan pernah surut sedikitpun
Aku akan selalu menunggu kesempatan itu
Walau aku pun tak tahu
Kapan akan datang menghampiri

Sampai hari ini
Aku masih menunggu
Di sudut ruang yang gelap
Di sudut hati yang sudah mulai merapuh

Jika boleh aku bertanya,
Kapan kau akan menjawab?
Kapan kau akan memastikan?
Siapa yang akan menjadi tempatmu berlabuh
Siapa yang akan menjadi teman setiamu
Sampai akhir hayatmu

Aku,
Menanti hari itu

4. Rindu tak tersentuh
Rintik air memanggil sang hujan
Deras ketika terbawa oleh angin
Awan mendung menggambar sosok bayangan
Gemuruh luka telah menggores tangisan

Rasa dingin kini menyelimuti hati
Berbaur menebar sunyi, dari sosok hujan tanpa adanya pelangi
Tak ada warna
Seolah langit sedang dalam duka

Aku berteman nyanyian hujan
Penuh buai rasa kesepian
Bersama rasa rindu yang tak pernah tersentuh
Atas penantian yang tak kunjung bisa berlabuh

5. Di Ujung Senja
Kini sinar mentari terganti senja
Desir angin erat menyapa
Membawa buaian tentang cerita lama
Mengukir senyum dalam khayalan maya

Pada ujung nyanyian senja
Pesona jingga tercemar kelabu hitam
Mengenang ulang tentang cerita – cerita
Terekam masa yang penuh suram

Lamunan hati menapaki mimpi, semu
Menunggu kemudian merindu
Semua ini tentu kau tahu
Masih tentangmu

Fatamorgana ku dekap
Mengambang, terbang melayang
Terbawa angin, terhempas bimbang
Menunggu di ujung – ujung waktu
Terasa lelah, melangkah tak tentu arah
Samar – samar jejak wajahmu kian menghilang
Antara rembulan dan barisan para bintang


Lelah dalam penantian tentu terganti dengan cinta yang kelak kan datang menyapa. Jangan terlalu lama dalam penantian ya guys, tar baper terus lhoo...kasih batasan waktu dengan begitu kita jadi lebih memiliki tujuan dalam setiap hubungan...

Jangan lupa untuk share dan subscribe ya guys jika berkenan. selain itu ada juga artikel seru lainnya seperti:

Kata Mutiara Cinta Sejati Renungan Hati
Kata Mutiara Tuk Hati Yang Tersakiti

Share this

Puisi Seru Lainnya

Latest
Previous
Next Post »